21 January 2017

Mengerjakan PPh Pasal 21 di E-SPT, membuat SSP dan melaporkan data ke KPP

Sebagai pemotong pajak atas penghasilan yang wajib dilakukan oleh pemberi kerja, bendahara pemerintah, dana pensiun, badan dan penyelenggara kegiatan maka kita perlu mengetahui bagaimana cara perhitungan sampai dengan pembuatan SPT. Kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana cara mengerjakan SPT masa PPh Pasal 21 menggunakan E-SPT.

Gbr 1. Bagi WP badan yang baru kali pertama menggunakan aplikasi ini maka harus memasukkan identitas pemotong PPh Pasal 21, disini saya gunakan contoh PT. Prima Indonesia. Jika semua identitas telah terisi maka pilih simpan. Kemudian baru kita bisa menggunakan menu yang tersedia. 

Gbr 1

Gbr 2. Klik Pilih SPT – Buat SPT Baru maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut, pilih sesuai yang ingin dibuat.
 
Gbr 2

Gbr 3. Klik Pilih SPT – Buka SPT maka akan tampil SPT yang sudah kita buat. Klik lalu pilih buka.

Gbr 3

Gbr 4. Perhatikan menu yang tersedia pada Gbr 3, sebelum kita membuat SPT baru maka menu Isi SPT belum aktif (warna abu). Lihat Gbr 4 semua menu sudah aktif. Pilih Isi SPT – Daftar Pemotongan Pajak (1721-I) – Satu Masa Pajak.
Gbr 4
Gbr 5. Daftar Pemotongan Pajak Bulanan. Terdiri dari tiga bagian. Bagian A digunakan untuk pegawai tetap yang penghasilannya diatas PTKP, sebaliknya untuk bagian B. Klik Tambah di kanan bawah.
Gbr 5

Gbr 6. Muncul template Input Data Pemotongan Pajak. Data yang kita input ke E-SPT berasal dari data yang dibuat pada Microsoft Excel, ini merupakan syarat mutlak. Kita bisa menggunakan Copy Paste untuk lebih cepat dari Excel ke E-SPT. Seperti contoh dibawah ini :



Perhatikan Kode Objek Pajak, ada dua pilihan menu yang 21-100-02 untuk Pegawai Tetap dan 21-100-02 untuk Penerima Pensiun. Template Kode Negara Domisili bisa dibiarkan kosong karena sudah otomatis tercatat sebagai Indonesia.

Gbr 6
Gbr 7. Data yang sudah kita input akan muncul pada bagian A. Pengisian bagian B adalah untuk Pegawai tetap yang penghasilannya dibawah PTKP. Tidak perlu dirinci karena tidak disediakan templatenya, maka cukup diisi penjumlahan keseluruhan. Jumlah pegawai dan jumlah penghasilan bruto. Bagian C harus sama dengan total jumlah penghasilan bruto dan total jumlah pajak penghasilan yang dipotong pada pencatatan Excel yang sudah dibuat.

Gbr 7
 Gbr 8. Selanjutnya kita lakukan pengisian Daftar Bukti Potong Tidak Final untuk pegawai tidak tetap.
 
Gbr 8
 Gbr 9. Template yang muncul terdiri dari bagian A untuk identitas dan seterusnya. Sama seperti input sebelumnya kita bisa melakukan Copy Paste dari Excel ke E-SPT.
Gbr 9
Gbr 10. Perhatikan bagian B lalu klik dibawah kolom Kode Objek Pajak ada icon (...) maka akan muncul Daftar Kode Objek Pajak. Pilih dan isikan sesuai dengan data pada Excel. Maka akan terlihat seperti Gbr 11 dan 12
Gbr 10

Gbr 11

Gbr 12
Gbr 13. Setelah selesai melakukan pengisian maka seluruh daftar yang sudah dicatat akan muncul. Pastikan jumlah total sama dengan pencatatan pada Excel.
Gbr 13
 Gbr 14. Buka SPT Induk untuk mengetahui jumlah PPh 21 yang harus disetor. Sudah pada tahu dong gimana cara menyetor pajak, pake SSE (Surat Setoran Elektronik) yang kita buat melalui ID Billing. Setelah melakukan pembayaran maka kita input kode billing pembayaran kedalam E-SPT di daftar SSP (Surat Setoran Pajak).
 
Gbr 14
 Gbr 15. Isikan bukti setor pajak yang sudah dilakukan disini. Lalu pilih simpan.

Gbr 15
Gbr 16. Kembali ke SPT Induk, klik Lampiran D dan beri ceklist pada nomor.7 dan isikan jumlah lembar SSP. Jangan lupa mengecek bagian E untuk mengisi tempat pemotong.

Gbr 16

Gbr 17
 Gbr 18. Yang terakhir adalah cara membuat file CSV untuk dilaporkan ke KPP. Pilih menu CSV - Pelaporan SPT. Perhatikan Gbr 19, pilih SPT yang akan dibuatkan file CSVnya. Kolom PPh Terutang dan SSP/Pbk disetor harus terisi karena sebelumnya kita sudah membuat SSP. Terakhir klik Buat File CSV.
Gbr 18
Gbr 19
Semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang jelas dan pertanyaan bisa menghubungi saya by email. Terimakasih.

#PPhPasal21 #gopajak #ESPT # SSP

01 November 2016

Sinopsis Tentang Kamu - Darwis Tere Liye

Judul           : Tentang Kamu 
Penulis        : Tere Liye 
Editor          : Triana Rahmawati 
Penerbit       : Republika 
Halaman      : 524 
Cetakan       : I, Oktober 2016 

Novel karya Tere Liye kali ini memiliki kurang lebih lima latar belakang, London, Pulau Bungin, Surakarta, Jakarta dan Paris. Yang pertama kita akan memulai dari Belgrave Square, London di sebuah firma hukum yaitu Thompson & Co. Zaman Zulkarnaen, bekerja di Thompson & Co sebagai junior associate sejak dua tahun lalu setelah menyelesaikan kuliah master hukum di Oxford University.   

Asal muasal kisah ini adalah kematian seorang wanita tua di sebuah panti jompo di Paris yang ternyata adalah seorang milliader. Bahkan kekayaan yang dimiliki menyaingi kekayaan yang Ratu Inggris.Thompson & Co diminta mengurus atas harta warisan wanita tersebut, dan yang menanganinya langsung adalah Zaman. Zaman dipilih langsung oleh penguasa tunggal Thompson & Co bukan tanpa alasan. Karena Zaman dan kliennya tersebut memiliki kewarganegaraan yang sama, Indonesia.  

Panti Jompo yang letaknya berdekatan dengan icon Kota Peranciss yaitu menara Eiffel adalah tempat investigasi pertama dimulai. Aimee, seorang gadis petugas panti yang akrab sekali dengan Sri Ningsih sejak kedatangannya dipanti sampai Sri Ningsih menghembuskan nafas terakhirnya. Aimee memberikan agenda milik Sri kepada Zaman agar bisa digunakan sebagai petunjuk.
Halaman pertama agenda Sri, dibaliknya ada foto Sri dengan latar belakang Pulau Bungin, Sumbawa , Indonesia. Sri Ningsih, lahir di Pulau Bungin tahun 1940-an. Usianya sekarang sekitar 70-an (th 2016). Sri Ningsih adalah buah hati dari Nugroho dan Rahayu. Sejak lahir Sri seorang piatu. Ayahnya pelaut yang tangguh, kehidupan keluarga mereka lebihd ari cukup. Sejak dalam kandungan Rahayu sama sekali tidak ingin anaknya menjadi seorang pelaut. Maka Nugroho menepati janji yang ia buat terhadap istrinya, menyekolahkan Sri di pulau seberang. Sejak kecil tak terbilang betapa tangguhnya Sri ,setiap hari harus melakukan perjalanan menggunakan perahu agar bisa bersekolah. 
Setelah kejadian tersebut Ibu tiri Sri yang dulu menyayangi Sri perangainya berubah. Beruntung Sri memiliki seorang teman baik bernama Ode, anak kepala kampung Pulau Bungin. 
Setiap selesai membaca epilog saya seperti merasa selalu jatuh hati dengan karyanya. Mengusung tokoh yang 'sederhana' dalam sebuah paragraf yang bisa menghasilkan energi luar biasa bagi pembaca.


Ayahnya menikah lagi di penghujung tahun 1954 dengan Nusi Maratta yang kemudian melahirkan Tilamuta. Diusia Sri yang ke sembilan tahun 1955 ayahnya meninggal karena badai. 


Ode, tahu benar tentang Sri selama tinggal di Pulau Bungin. Ibu tiri Sri memaksa Sri mengerjakan semua urusan rumah, juga mencari uang. Sri putus sekolah. Paginya repot mengurus urusan rumah, siang sampai petang mencari teripang dan bulu babi untuk dijual, malam-malam tidur di teras rumah tanpa alas. Kehidupan Sri  terbalik seratus delapan puluh derajat.  

Nusi Maratta meninggal karena peristiwa kebakaran. Tilamuta yang selamat bersama Sri meninggalkan Pulau Bungin dengan bantuan guru sekolah Sri, Tuan Guru Bajang. Sri dan Tilamuta dikirim ke pondok pesantren Kiai Ma’sum di Surakarta, tahun 1961. 

Setelah menapaktilasi tempat kelahiran Sri, Zaman bergegas menuju Surakarta. Menggunakan pesawat jet pribadi milik firma hukum tempatnya bekerja. Sebenarnya sebulan yang lalu Zaman baru saja pulang ke Bandung, menengok Ibunya.  

Sri memiliki sekaligus dua orang sahabat sejak tinggal di pondok pesantren milik Kiai Ma’sum. Nur’aini, gadis berusia lima belas tahunan yang seumuran dengan Sri adalah anak Kiai Ma’sum. Sulastri, seorang guru yang mengajar di pondok pesantren tersebut. Persahabatan merupakan hal penting dalam kisah hidup Sri. Karena didalam buku agenda Sri, terpasang sebuah foto Sri dengan dua orang sahabatnya

Beruntung Zaman bisa menemui salah satu dari keduanya yaitu Nur’aini putri Kiai Ma’sum yang meneruskan mengelola pesantren namun sekarang sudah dilanjutkan oleh putranya. Nur’aini yang usianya tidak bisa dibilang muda lagi, saat mengetahui maksud kedatangan Zaman untuk mengurus harta warisan milik Sri Ningsih sahabatnya sama sekali tidak tercengang. Bagi Nur’aini yang tahu benar siapa Sri, maka tidak heran jika sahabat yang ia puji keluasan hati dan rasa sabarnya memiliki harta warisan yang tak terhitung. Nur’aini menceritakan tentang persahabatan mereka bertiga dan seluruh kejadian. Kejadian yang langsung dialami oleh Nur’aini maupun yang diceritakan oleh Sri. Sebuah persahabatan yang rusah karena rasa dengki yang dimiliki oleh Sulastri. 

Mereka bertiga hidup rukun didalam pesantren. Sulastri sudah menikah dengan salah seorang guru yang mengajar dipondok pesantren, Musoh. Setelah Nur’aini dan Sri selesai sekolah mereka berdua juga mengajar di pondok pesantren sama seperti Sulastri. Kemudian Nur’aini menikah karena telah dilakukan perjodohan dua keluarga. Arifin yang menikah dengan Nur’aini memang berbakat untuk membantu Kiai Ma’sum mengurus pesantren. Dimana sebelumnya urusan tersebut adalah tugas Musoh.  

Kemudian muncul rasa dengki dihati Musoh terhadap Arifin. Dampaknya  terhadap persahabatan diantara Sri, Nur’aini dan Sulastri. Sulastri lantas mendukung Musoh untuk menjatuhkan Arifin.  

Sebuah pengkhianatan akhirnya terjadi. Satu kejadian yang membuat Nur’aini kehilangan kedua orang tuanya, puluhan nyawa tak terselamatkan, begitu juga dengan Tilamuta yang tinggal dipondok pesantren milik Kiai Ma’sum. Luka yang tak kunjung sembuh setelah puluhan tahun berlalu. Sulastri dan Musoh adalah penyebabnya. Pesantren porak-poranda akibat ulah sepasang suami istri yang hatinya dipenuhi rasa dengki. Sri yang mengetahui rencana Musoh dan Sulastri sebelumnya berusaha mencegah, namun sayang dengki telah membuat seluruh panca indera keduanya tertutup. 

Setelah peristiwa tersebut, Sri yang telah kehilangan seluruh anggota keluarganya memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Mencari pekerjaan hingga akhirnya menjadi seorang guru di Sekolah Rakyat.  

Semenjak tinggal di Jakarta Sri hanya berkirim surat dengan Nur’aini untuk berkomunikasi. Menceritakan semua yang dialaminya di Ibuota. Hanya Nur’aini-lah satu-satunya yang bisa ia ajak berbagi kehidupan saat itu. Sri memiliki banyak profesi setelah menetap di Jakarta. Pertama ia menjadi guru di Sekolah Rakyat, pedagang kaki lima, pemilik sebuah perusahaan sewa mobil dan seorang buruh pabrik. Buruh pabrik sabun yang berbakat, Sri bahkan sempat ke Singapura. Semua kejadian sulit yang menimpa Sri tidak lantas membuat ia berhenti. Selalu bersemangat di setiap penghujung surat yang dikirim ke Nur’aini. 

Setelah beberapa kali berganti profesi, akhirnya Sri menjadi pemilik sebuah pabrik sabun. Dari sinilah awal kekayaan yang dimiliki Sri, seorang milliader asal Indonesia yang meninggal di Paris beberapa hari lalu. Zaman terus melakukan penyelidikan dibantu dengan agenda Sri, dan tambahan surat-surat yang diberikan oleh Nur’aini. 

Pabrik sabun tersebut diberi nama Rahayu. Dipimpin langsung oleh Sri, bukan seorang dari lulusan sekolah bisnis hanya seorang dengan kegigihan dan sifat sabarnya yang membuat orang termangu ketika mengetahui sudah berapa kali kejadian pilu yang terjadi di kehidupan Sri. Sri memilik kanan tangan, Catherine. Seorang anak yang ia tolong dari Jakarta yang katanya kejam, ia beri makan dan pekerjaan.  

Catherine adalah orang selanjutnya yang Zaman temui setelah Nur’aini. Pabrik sabun milik Sri sekarang dikepalai oleh Catherine setelah Sri menjual 100% kekayannya dengan SPV. Setelah melakukan transaksi penjualan pabrik tersebut Sri pergi ke London. Tidak ada yang tahu, Catherine dan Nur’aini pun tidak tahu menahu, kehilangan malah. 

London, 1980-1999. Sri tinggal di salah satu apartemen di perkampungan masyarakat asia,profesinya sekarang seorang pengemudi Angkutan Kota London. Sri memiliki keluarga baru dari tempat tinggal barunya, keluarga India. Di usianya yang sudah hampir kemudian Sri menikah dengan pemuda asal Turki, Hakan Karim. Masa-masa paling bahagia dalam kehidupan Sri. Memiliki belahan jiwa yang sungguh mau melakukan apa saja hanya untuk melihat senyum dari wajah wanita yang pertama kali ia temui di angkutan kota. Keluasan hati dan rasa sabarnya kembali di uji. Dua kali berkesempatan memiliki momongan, dua kali pula kesempatan itu hilang. Tidak berhenti disitu, di tahun ketigabelas usia pernikahannya Hakan pergi untuk selama-lamanya. Tepat di penghujung tahun 1999 bulan Desember, Sri meninggalkan London tanpa diketahui oleh siapapun. Kejadian ini sama persis dengan sembilan belas tahun lalu ketika Sri menghilang setelah menjual 100% kekayaan pabriknya, pergi meninggalkan Jakarta. 

Tinggal di sebuah panti jompo dengan orang-orang seusiannya. Enam puluh tahunan usianya. Sri menjadi seorang guru tari disebuah sekolah di dekat panti. Semangatnya tidak pernah luntur, meski kulitnya mulai keriput dan rambutnya beruban. Sri bersama murid-muridnya terbang berkeliling dunia dengan Tari-tarian yang Sri ajarkan. Diundang oleh beberapa kedutaan Paris yang berada di luar negri, dari satu benua ke benua lainnya. Tepat di penghujung umurnya Sri genap sudah pernah menginjakkan kaki di lima buah benua, yang terakhir adalah Australia.  

Masa-masa terakhirnya di panti jompo, tidak dihabiskan begitu saja. Sama seperti sebelumnya saat meninggalkan Indonesia, Sri meninggalkan seluruh hartanya dengan cara yang tidak pernah terpikirkan. Pun kali ini, surat mengenai pembagian harta warisan telah dibuat olehnya. Sebelum hari Sri menghembuskan nafas terakhirnya ia menyuruh seseorang mengirimkan dua surat. Sebuah surat untuk firma hukum tempat Zaman bekerja, dan sebuah surat lagi yang dikirim adalah surat wasiat.  

Demi mempertahankan kepemilikan dan keadilan atas harta tersebut, maka Zaman harus menemukan surat wasiat pembagian harta yang ditulis oleh Sri. Didalam surat tersebut termuat, nama-nama diatas, orang-orang yang pernah bersinggungan langsung dengan kehidupan Sri. Mulai dari Tilamuta adik Sri yang ternyata masih hidup, Ode, Tuan Guru, Bajang, Catherine, orang-orang di London, dan Aimee. Tentu saja Zaman Zulkarnaen berhasil memecahkan kasus Sri Ningsih, sekaligus membuat ia menduduki kursi senior lawyer di Thompson & Co.  

Novel Tentang Kamu memberi kita banyak pelajaran dari setiap tokohnya. Bagaimana tangguhnya Sri yang 1000x jatuh maka harus dipastikan 1001x kita bangkit. Sri yang memiliki hati dengan batas kemampuan sabar yang ternyata tak memiliki batas. Tidak menangisi suatu hal yang telah berakhir, namun tersenyum karena hal tersebut pernah terjadi.


Selamat membaca!


29 October 2016

Pidakan Beach

I’m a huge fan of beach. Anyone? I have a whole of my day in some beach. Oh, I did. Pacitan, who does not know this a beatifull little city. If you doesn’t, you should  know. Pacitan given you sooooooo many choises beach for spending your holiday. I put on of this. Pidakan Beach.

That's quite weird why? Comes from Javanese language the meaning of Pidakan is foothold. In Pacitan you can find spot tons of beach with strange name. Located at Godek, Jetak Village, Tulakan (sub-district), Pacitan, East Java. It will take a little long, I need an hour  from downtown. Don’t worry, the scenery all along the way will give me spirit to reach the place.

Let me show you how to take the way from downtown of Pacitan. Go heading to Arjowinangun Market, find fork and turn right towards to Kebonagung. Follow the way till you find A Long Straight Road that’s called Jalur Lintas Selatan (South Cross Path: basa inggrisnya mungkin gini). After you get into Tulakan (sub-district), please keep an eyes along at the right side. A sign will be able in the right side of the roads. At this time I just found name plate with small size, but now you will easly to find the sign for lead you to Pidakan Beach. The government has made a better development for made tourist/traveler being comfortable.

A ticket for Pidakan beach is very cheaper IDR 2k/person. During get to the place you must make a little harder effort because the road being terrify. I’m face the rocky downhill path. Difficult way will lead you to the beautiful destination.  

Anyway, it was a cloudy day. But it never gave up on me. The view is just breathtaking, and it just preety quite when I was there for the first time. I was surprised by the Pidakan Beach. Look along the shoreline fulfil of stone. Many kinds size of this stone. Start from a little, medium and big.  Blue sea, white sand and wave is always cure.

As I said, development in this area is better but a little slowly. If you fell hungry after all along way you can find food stand. An ordinary food stand, but it relieve a lot if you don’t bring some dishes. Hence, never imagine you will see a poolside, restaurant or cafĂ© in this area. But still I can hope I can see those very soon. Might be the government made a lot revolution for all tourism spot in Pacitan. 









26 October 2016

One day trip Surabaya- Malang

When you don’t have much time and also money for weekend please follow me. I just spent the most amazing weekend with Hemas (my bestfriend) with sufficiency. Do you all know I’m not a student again and also her, after we graduated more than year ago. Our weekday is be on duty, and so little time for weekend. Yes, we are Independent woman. But why we choose a cheaper for weekend, we just want to try a new things. Might be you will suppose a lot. Let’s go to Malang!

We called one day trip without much preparation. A day before we going through this trip, we went to train station for ordered ticket. Put your card identity everywhere you go, it is a must. First, write your identity in a order form, you name, address, destination, time. Then take queue number from machine. Do not do it upside down, cause an operator will get mad to you. Like I do before! Operator just called my number before I’m finished with my form order. Hahaa…

Go to locket for submit your order form, the operator will process and tickets will be printed. Un fortunately, ticket for tomorrow was sold. I’m just a little suffering when operator’s said. I was imagine how Sunday morning spending well on a train. Looking around the passenger, enjoy the scenery from train window, and also a cup of coffee. But don’t worry too much, as I know we can still go without  the seat number. I was not think for canceled, just delay our short trip for a while. But Hemas was seduced me for some reason. And the end we’ve still paid the bill. Pay for and affordable price, only IDR 12K/Person.

Such not a big problem without the seat we still can enjoy our short trip like Hemas said before for reduced me. For the first time we are standing on the train! Just two hours but it will never forgotten and I have never regrets.

The next day we arrived at Wonokromo train station at 7.15 AM. No suitcase, no backpack, only slingbag with small size. No high heels or flatshoes, I just make how to make our one day trip more comfortable while still looking good. What are we wearing? Sneakers, long outwear, and also a hat. I wore sneakers for guard my feet from any accident that might be will. Put on your outer or jacket because we towards to mountain area with low temperature. Even though the temperature being low the sun will always go up, face up with a hat. This is our train station style.





Hemas
Feel free to choose a railway choach because we don’t have a seat. Look at me where I’m stand. Realize in front of toilet and too late for moving all I can just wait and see what will happen. Standing face to face with my besties, such a romantic moment when you do the things with your wife or husband. And also with some people you have never seen before. The train window is a good one that I got, not just a window it is also the gateway for passenger. Maybe you can call me Officer Welcome, I open and close the door in every station that we through.


After we’ve through a mid way more we feel so exhausted. So we move to another choach to find a better place. Canteen. Realize a canteen not too big, so we can’t find a seat eventhough for a while. Walk in a long way till we find a better place. What a silly things we did, sitting on the floor. Hahaa..
In the end we don’t think towards for get a seat, after we  really enjoy with this situation. We have a long conversation, laughing more lauder, and have a smelt.


Arriving at Malang Train Station we’ve checked schedule for go home. The first things that we should know. To be honest, I was a bit worry that we might be run out of ticket (again). We ordered an business class. IDR 40K/Person.

Our romantic scene is to be continued. Well, know we’ve starved very sad. Antother glimpse, my sense of smell lead me to a line of meal. What will I choose, so many option for our lunch. Well, we decided for a quickly lunch with meat ball. We try to mix our menu, two cups meat ball IDR 10K/cup. Not used to, we didn’t ordered drink, after we call it’s sufficiency we brought a bottle of mineral water.

We only have two hours for strolling around this city, we decided to visit Square Park. Our first ride to use public transportation. Before we go, we’ve nothing about public transportation in Malang so we make a chance. If you know the reason why I choose meat ball for lunch, because a merchant looks so kind. I could think away for ask what we need. And well we got it. A merchant told me how to reach a Square Park from Malang train sation and heading back.

Not a long way, but relieve that we didn’t go by foot. Just ten minutes. We must pay IDR 4k/Person. Drop off by driver and we cross one way street. The sun is cloudy that support the weather being icy.
Many people spent all their Sunday in Square Park. I’ve never thing to do it before, but now I did. We can do a lot of things in there. To be honest, quite often I visit Malang but my footstep never lead me to Square Park. So this is my first time. Let me to take some photo’s.

Less then an hour we were. Now, time to heading back. Things that we always do is get a selfie. First selfie on public transportation. Lol… I think another passenger wonder what a silly things we did. But we don’t care enough. I was open a window to see the things clearly, but her know it’s only my tricky for take a photo all of the way we through.

Such a relieved when we got a comfort seat for heading back to Surabaya. A choach so sleepy, we were get in there first. Time is up, finally my imaginary now is happen. I’ve a window seat with a dishes and beautiful scenery all the way.














By the way this is my first post in English. You may wonder why, I just want to try something new. Might you will find many failure, but I hope you can enjoy!
Be kind to give suggestion i'll be more happier #love

05 October 2016

Memasukkan NTPN di e-SPT Masa PPh Pasal 23

NTPN apa sih? Kepanjangan dari NTPN adalah Nomor Transaksi Penerimaan Negara. Setelah Wajib Pajak menghitung berapa jumlah pajak terutang yang harus dibayar kemudian bisa melakukan transaksi pembayaran melalui Kantor Pos atau Bank yang sudah ditunjuk oleh Menteri Keuangan. Tidak serta merta hanya membawa uang atau cek untuk membayar namun harus mengisi SSE (Surat Setoran Elektronik)

Kita bisa pergi ke bank cukup dengan membawa SSE dan uang/ Cek untuk membayar pajak. Pada saat sampai di Bank, Security akan bertanya transaksi apa yang hendak dilakukan maka anda tidak perlu bertanya terlebih dahulu, biasanya juga diambilkan nomor antrian untuk Bank-Bank tertentu saja tidak semuanya sama. Setelah sampai di teller serahkan SSE dan  uang tunai lalu Anda akan disuruh menunggu beberapa saat. Lebih detailnya nanti akan saya bahas juga tersendiri bagaimana membayar/ menyetor pajak di Bank. Setelah teller selesai anda akan diberikan tanda terima yang di dalamnya tercantum NTPN untuk dimasukkan ke dalam aplikasi e-SPT.

Gambar 1. Login seperti biasa. Pilih Ikon SPT PPh - Pilih Daftar Surat Setoran Pajak SSP/Bukti Pemindahbukuan (PBK) - Klik Daftar Surat Setoran Pajak.
Gambar 1

Gambar 2. Akan muncul tampilan berikut. Merupakan Daftar Surat Setoran Pajak yang telah dibuat. Nilai tersebut didapat dari akumulasi jumlah setoran pajak yang sejenis. Akan tampil pula nominal yang harus dibayar. Pastikan anda membayar sejumlah tersebut. Karena ada 2 Kode Jenis Setoran maka SSP yang akan dimasukkan pasti terdiri dari 2 buah. Klik Baru untuk menambahkan SSP.
Gambar 2

Gambar 3. Form Daftar SSP. Jangan lupa memperhatikan Masa Pajak, Tahun dan Pembetulan yang kita inginkan. Detail Wajib Pajak akan terisi otomatis. Pilih kode jenis setoran lalu klik. Kemudian isikan no NTPN yang diperoleh dari tanda terima yang diberikan oleh Petugas Bank. Biasanya terdiri atas 20 digit kombinasi angka dan huruf. Jika pada kolom NTPN tidak bisa di tuliskan maka bisa melakukan copas (copy paste) dari word atau excel, hati-hati untuk teknik copas untuk excel sebaiknya tidak langsung copy pada range-nya tapi cukup ambil 20 digit. Isikan tanggal sesuai dengan pada saat transaksi. Ingat , jatuh tempo pembayaran/penyetoran PPh adalah tanggal 10 bulan berikutnya. Klik Simpan. 
Gambar 3

Gambar 4. Setelah menginput semua SSP yang telah dibayarkan maka pada tabel kedua Daftar Surat Setoran Pajak yang telah dibayar akan menampilkan yang anda input. Pastikan Jumlah total kedua tabel tersebut sama dan sesuai.
Gambar 4
Gambar 5. Nah cukup mudahkan. Eits belum selesai untuk mengetahui di mana sih bedanya dimasukkan NTPN atau belum kita buka SPT Induk. Klik ikon SPT PPh, pilih SPT Masa PPh Pasal 23/26. Maka akan tampil seperti di Gambar 6.
Gambar 5

Gambar 6. Perhatikan lingkaran merah, tercantum jumlah SSP yang sudah kita input. Klik Simpan atau tutup. 
Gambar 6
Mudah kan! Jangan lupa dishare ya....

Membuat Bukti Potong di e-SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 23/26

Ada yang masih bingung untuk buat bukti potong di e-SPT Masa PPh Pasal 23/26. Semoga penjelasan saya bisa membantu. 
Gambar 1. Setelah doble klik dan masuk ke dalam aplikasi e-SPT PPh Pasal 23/26 tampilan pertama yang akan ditemui adalah seperti tampak di Gambar 1 Connect To Database. Pilih DSN yang sudah di buat lalu klik OK.

Gambar 1

Gambar 2. Tampilan selanjutnya akan muncul nama Wajib Pajak dibagian paling bawah, kemudian di samping kanan akan muncul juga NPWP milik WP yang bersangkutan. Disini saya hilangkan ya untuk kenyamanan bersama. Lalu di kotak setelah NPWP akan menampilkan tanggal anda menggunakan aplikasi tersebut. Silakan masukkan Username dan Password. Lalu klik OK.
Gambar 2
 Gambar 3. Klik tulisan berwarna merah Connect to DB (dibawah Ikon Program) akan muncul dua menu Buat SPT Baru dan Buka SPT Yang Ada. Jika ingin membuka data sebelumnya pilihlah pilihan pertama. Maka akan muncul seperti di Gambar 4. Jika kita baru akan membuat baru maka pilih pilihan ke-dua.
Gambar 3
 Gambar 4. Tampilan Buka SPT Yang Ada seperti gambar berikut.
Gambar 4
 Gambar 5. Pilih menu Buat SPT Baru.
Gambar 5
Gambar 6. Setelah memilih Buat SPT Baru akan muncul tampilan berikut. Pilihlah Masa Pajak yang hendak dibuat, kemudian tahun pajak dan pembetulan. Masa Pajak Agustus, pada umumnya kita akan buatkan SPT-nya pada bulan berikutnya yaitu sebelum tanggal pembayaran utang pajak PPh 23/26 yang jatuh tempo tiap tanggal 10 bulan berikutnya. Di kotak Pembetulan akan muncul angka 0 (nol) karena e-SPT yang kita buat adalah yang pertama atau normal. Lalu klik Buat dan akan muncul seperti Gambar 7.
Gambar 6

Gambar 7
 Gambar 8. Klik ikon SPT PPH, akan muncul beberapa menu, pilih Bukti Potong PPH Pasal 23/26 sesuai dengan kebutuhan.
Gambar 8
Gambar 9. Setelah memilih jenis bukti Potong yang akan dibuat akan tampil Form Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23. Isikan Nomor bukti sesuai dengan ketentuan, biasanya tiap nomor bukti akan di berikan inisial untuk cepat di mengerti oleh penerima/pengguna bukti potong misal 001/PPh23/VIII/2016.
Gambar 9
Gambar 10. Setelah selesai mengisi form arahkan kursor ke sebelah kanan lalu tarik ke bawah, biasanya menu tampilan Simpan, Tutup , Help tidak terlihat jadi jangan panik dulu. Pilih Simpan untuk menyimpan, lalu akan tampil lagi form kosong seperti semula. Silakan lanjutkan pengisian sampai dengan bukti potong yang diperlukan. Klik tutup untuk menutup Form Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23/26.
Gambar 10
Gambar 11. Untuk melihat dan menampilkan Bukti Potong yang tadi kita buat klik kembali Ikon SPT PPh lalu pilih Daftar Bukti Potong PPH Pasal 23 Dan Atau 26.
Gambar 11
Gambar 12. Akan terlihat daftar bukti potong yang sudah kita buat. Perhatikan mulai bagian paling atas, apakah Masa pajak sudah benar, NPWP, Nama, Tanggal Potong dan tentu saja Jumlah PPh yang dipotong. Jika masih ada yang salah silakan pilih Bukti Potong yang hendak dibenarkan lalu pilih ubah di bagian bawah sebelah kanan. Jika sudah benar selanjutnya kita akan mencetak Bukti Potong PPh 23/26/
Gambar 12
 Gambar 13. Untuk mencetak Bukti Potong Perhatikan sudut kiri bawah, klik Menu Cetak Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan atau Daftar Bukti Pemotongan PPH Pasal 23/26.
Gambar 13
Gambar 14. Setelah memili menu cetakan yang di inginkan, selanjutnya klik Bukti Potong yang hendak di cetak terlebih dahulu, pastikan sudah ada tanda ceklis hitam di dekat No Bukti Potong. Lalu klik cetak.
Gambar 14
Gambar 15. Tampilan Bukti Potong yang akan di cetak. Pilih menu Print. Lalu OK.
Gambar 15
Selamat Mencoba. Jangan lupa dibagikan jika dirasa bermanfaat. Yuk terus belajar dan membagikan hal yang bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita.